Panduan Membuat Paspor Umrah dari Awal Sampai Selesai
Membuat paspor umrah merupakan salah satu langkah penting yang perlu dilakukan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Bagi calon jemaah yang baru pertama kali merencanakan perjalanan umrah, proses pengurusan paspor mungkin terasa membingungkan. Mulai dari menyiapkan dokumen, mendaftar melalui aplikasi M-Paspor, membayar biaya paspor, hingga datang ke kantor imigrasi untuk wawancara dan pengambilan biometrik.
Padahal, membuat paspor untuk umrah tidak harus rumit apabila Anda memahami prosedur dan mempersiapkan seluruh persyaratan sejak awal. Paspor merupakan dokumen perjalanan resmi yang digunakan untuk membuktikan identitas dan kewarganegaraan seseorang ketika melakukan perjalanan internasional, termasuk perjalanan ibadah ke Arab Saudi.
Tanpa paspor yang memenuhi persyaratan, calon jemaah tidak dapat menyelesaikan proses perjalanan internasional dan pengurusan visa umrah. Karena itu, paspor sebaiknya dipersiapkan sebelum mengurus dokumen keberangkatan lainnya.
Artikel ini membahas cara membuat paspor untuk umrah secara lengkap, mulai dari persyaratan administrasi, jenis paspor, biaya pembuatan, pendaftaran melalui M-Paspor, prosedur di kantor imigrasi, hingga langkah yang perlu dilakukan setelah paspor diterbitkan.
Panduan ini ditujukan bagi warga negara Indonesia yang ingin membuat paspor baru, memperbarui paspor lama, atau mempersiapkan paspor anggota keluarga untuk perjalanan umrah.
Jawaban Singkat
Bagaimana cara membuat paspor untuk umrah? Siapkan KTP elektronik, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung identitas seperti akta kelahiran, buku nikah, atau ijazah. Daftar melalui aplikasi M-Paspor, pilih kantor imigrasi dan jadwal kedatangan, lalu bayar biaya paspor. Datang sesuai jadwal dengan membawa dokumen asli untuk verifikasi, wawancara, foto, dan pengambilan biometrik. Setelah permohonan disetujui, paspor dapat diambil sesuai informasi dari kantor imigrasi. Pastikan masa berlaku paspor memenuhi persyaratan perjalanan ke Arab Saudi.
Ringkasan Artikel
- Paspor merupakan dokumen perjalanan resmi yang wajib dimiliki calon jemaah umrah untuk bepergian ke Arab Saudi.
- Paspor yang digunakan untuk umrah adalah paspor Republik Indonesia biasa, baik nonelektronik maupun elektronik, selama memenuhi persyaratan perjalanan.
- Dokumen utama pembuatan paspor baru meliputi KTP elektronik, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung identitas.
- Pendaftaran paspor dapat dilakukan melalui aplikasi M-Paspor dengan memilih kantor imigrasi dan jadwal pelayanan yang tersedia.
- Biaya paspor bergantung pada jenis paspor dan masa berlaku yang dipilih sesuai ketentuan pemerintah.
- Proses pelayanan meliputi pemeriksaan dokumen, wawancara, pengambilan foto, dan perekaman biometrik.
- Paspor untuk perjalanan umrah perlu memiliki masa berlaku yang mencukupi sesuai persyaratan masuk Arab Saudi dan ketentuan maskapai.
- Calon jemaah disarankan mengurus paspor jauh sebelum keberangkatan agar tersedia waktu untuk pengurusan visa dan dokumen lainnya.
- Data nama, tanggal lahir, dan identitas pada paspor harus diperiksa sebelum digunakan untuk pemesanan tiket dan pengajuan visa.
Mengapa Paspor Umrah Harus Dipersiapkan Sejak Awal?
Persiapan perjalanan umrah tidak hanya berkaitan dengan pemilihan paket perjalanan, hotel, dan jadwal keberangkatan. Calon jemaah juga harus memastikan seluruh dokumen perjalanan memenuhi persyaratan yang berlaku.
Paspor menjadi salah satu dokumen paling penting karena digunakan dalam proses administrasi perjalanan internasional. Informasi yang tercantum di dalamnya menjadi dasar pencocokan identitas pada tiket pesawat, visa, dan pemeriksaan keimigrasian.
Apabila calon jemaah belum memiliki paspor atau masa berlaku paspornya tidak mencukupi, proses pengurusan visa dan keberangkatan dapat tertunda.
Mengurus paspor lebih awal memberikan beberapa manfaat berikut.
- Memberikan waktu yang cukup untuk melengkapi dokumen apabila ditemukan kekurangan administrasi.
- Mengurangi risiko keterlambatan pengajuan visa akibat paspor belum diterbitkan.
- Memudahkan penyelenggara perjalanan dalam mempersiapkan data jemaah.
- Memberikan kesempatan untuk memperbaiki ketidaksesuaian data identitas sebelum tiket diterbitkan.
- Membantu calon jemaah mempersiapkan perjalanan dengan lebih tenang dan terencana.
Idealnya, pengurusan paspor dilakukan segera setelah rencana keberangkatan mulai ditetapkan, terutama bagi calon jemaah yang belum pernah bepergian ke luar negeri.
Apa Itu Paspor Umrah?
Paspor umrah adalah istilah yang umum digunakan untuk menyebut paspor yang dipakai seseorang ketika melakukan perjalanan ibadah umrah ke Arab Saudi. Istilah tersebut bukan merupakan kategori paspor tersendiri yang diterbitkan khusus untuk ibadah umrah.
Warga negara Indonesia pada umumnya menggunakan paspor Republik Indonesia biasa untuk perjalanan umrah. Paspor tersebut juga dapat digunakan untuk perjalanan internasional lainnya selama masih berlaku dan memenuhi ketentuan negara tujuan.
Paspor memuat informasi penting mengenai pemegangnya, seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, kewarganegaraan, nomor paspor, tanggal penerbitan, serta tanggal berakhirnya masa berlaku.
Informasi tersebut digunakan untuk memverifikasi identitas seseorang ketika melakukan perjalanan melalui bandara internasional, pemeriksaan imigrasi, dan proses administrasi visa.
Apakah Paspor Umrah Berbeda dengan Paspor Wisata?
Tidak. Pada dasarnya, paspor biasa yang digunakan untuk perjalanan wisata internasional juga dapat digunakan untuk perjalanan umrah.
Perbedaannya terletak pada tujuan perjalanan dan persyaratan dokumen pendukung yang harus dipenuhi. Untuk perjalanan umrah, calon jemaah perlu memastikan bahwa paspor, visa, tiket, dan dokumen lainnya sesuai dengan ketentuan pemerintah Indonesia serta otoritas Arab Saudi.
Dengan demikian, seseorang yang sudah memiliki paspor untuk perjalanan wisata tidak perlu membuat paspor baru hanya karena ingin melaksanakan umrah, selama paspor tersebut masih memenuhi persyaratan.
Jenis Paspor untuk Umrah yang Bisa Dipilih
Sebelum mengajukan permohonan, calon jemaah perlu mengetahui jenis paspor yang tersedia. Direktorat Jenderal Imigrasi menyediakan layanan paspor biasa nonelektronik dan paspor biasa elektronik.
1. Paspor Biasa Nonelektronik
Paspor biasa nonelektronik merupakan dokumen perjalanan berbentuk buku yang memuat identitas pemegang paspor dan fitur pengamanan dokumen.
Paspor ini dapat digunakan untuk perjalanan umrah selama masih berlaku dan memenuhi ketentuan perjalanan internasional.
2. Paspor Biasa Elektronik
Paspor elektronik atau e-paspor memiliki cip elektronik yang menyimpan data identitas dan biometrik pemegang paspor.
Paspor elektronik juga dapat digunakan untuk perjalanan umrah. Keberadaan cip memungkinkan pemeriksaan data secara elektronik melalui sistem yang mendukung teknologi tersebut.
Calon jemaah dapat memilih jenis paspor berdasarkan kebutuhan, ketersediaan layanan, biaya, dan rencana perjalanan internasional lainnya.
Apakah Umrah Wajib Menggunakan E-Paspor?
Tidak. Perjalanan umrah tidak secara umum mewajibkan warga negara Indonesia menggunakan e-paspor. Paspor biasa nonelektronik tetap dapat digunakan apabila memenuhi persyaratan perjalanan yang berlaku.
Namun, ketentuan visa dan penerimaan dokumen perjalanan dapat berubah. Pastikan persyaratan terbaru melalui penyelenggara perjalanan dan otoritas terkait sebelum keberangkatan.
Apa Saja Syarat Membuat Paspor Umrah?
Syarat pembuatan paspor umrah pada dasarnya mengikuti persyaratan penerbitan paspor biasa bagi warga negara Indonesia. Dokumen yang dibutuhkan dapat berbeda berdasarkan usia, status kewarganegaraan, riwayat kepemilikan paspor, dan kondisi administrasi pemohon.
1. KTP Elektronik
Kartu Tanda Penduduk elektronik atau KTP-el digunakan sebagai dokumen identitas utama bagi pemohon dewasa.
Pastikan nama, tempat lahir, tanggal lahir, dan informasi identitas lainnya sesuai dengan dokumen pendukung yang akan digunakan.
Apabila terdapat kesalahan data pada KTP, lakukan pembaruan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebelum mengajukan permohonan paspor.
2. Kartu Keluarga
Kartu Keluarga digunakan untuk memverifikasi informasi kependudukan dan hubungan keluarga pemohon.
Pastikan data yang tercantum pada Kartu Keluarga sesuai dengan KTP dan dokumen pendukung lainnya.
3. Akta Kelahiran, Buku Nikah, atau Ijazah
Pemohon paspor baru perlu menyiapkan dokumen pendukung identitas sesuai ketentuan imigrasi. Dokumen yang dapat digunakan antara lain akta kelahiran, buku nikah atau akta perkawinan, ijazah, atau dokumen lain yang diakui dalam persyaratan permohonan.
Dokumen pendukung harus memuat informasi identitas yang diperlukan, termasuk nama, tempat dan tanggal lahir, serta nama orang tua sesuai ketentuan yang berlaku.
Apabila satu dokumen tidak memuat informasi yang diperlukan, petugas dapat meminta dokumen tambahan untuk memastikan identitas pemohon.
4. Dokumen Perubahan Nama
Jika pemohon pernah melakukan perubahan nama secara resmi, siapkan dokumen penetapan perubahan nama dari pejabat atau instansi yang berwenang sesuai ketentuan.
Dokumen ini membantu petugas imigrasi memverifikasi perbedaan identitas yang tercantum pada dokumen kependudukan.
5. Paspor Lama untuk Penggantian
Bagi calon jemaah yang sudah memiliki paspor dan ingin melakukan penggantian, paspor lama perlu disiapkan.
Persyaratan penggantian paspor dapat berbeda berdasarkan tahun penerbitan paspor sebelumnya, kondisi paspor, perubahan data, atau alasan penggantian.
Untuk paspor yang hilang atau rusak, pemohon perlu mengikuti prosedur khusus sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Imigrasi.
6. Dokumen Tambahan Jika Diperlukan
Dalam kondisi tertentu, petugas imigrasi dapat meminta dokumen pendukung yang relevan untuk memastikan identitas, kewarganegaraan, atau tujuan perjalanan pemohon.
Calon jemaah yang melakukan perjalanan melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU dapat menyiapkan dokumen perjalanan dari penyelenggara apabila tersedia dan diperlukan dalam proses verifikasi.
Surat rekomendasi dari penyelenggara umrah maupun Kementerian Agama bukan persyaratan umum yang wajib dilampirkan oleh seluruh pemohon paspor umrah. Ketentuan dokumen tambahan perlu dikonfirmasi sesuai jenis permohonan dan kondisi masing-masing pemohon.
Bagaimana Syarat Paspor Umrah untuk Anak?
Anak yang mengikuti perjalanan umrah bersama orang tua tetap memerlukan paspor sendiri. Paspor orang tua tidak dapat digunakan sebagai pengganti dokumen perjalanan anak.
Persyaratan permohonan paspor anak berbeda dengan persyaratan pemohon dewasa karena melibatkan identitas anak serta persetujuan dan dokumen orang tua atau wali.
Dokumen yang umumnya perlu dipersiapkan meliputi:
- Akta kelahiran anak.
- Kartu Keluarga yang memuat identitas anak.
- KTP elektronik kedua orang tua.
- Buku nikah atau akta perkawinan orang tua.
- Paspor orang tua apabila diperlukan sesuai ketentuan permohonan.
- Dokumen perwalian, hak asuh, atau persetujuan yang relevan apabila terdapat kondisi keluarga khusus.
Orang tua atau wali perlu mendampingi anak sesuai prosedur pelayanan yang ditetapkan kantor imigrasi.
Untuk bayi dan anak kecil, proses pengambilan foto serta biometrik mengikuti ketentuan berdasarkan usia dan kondisi anak.
Sebelum mendaftar, periksa persyaratan terbaru pada kanal resmi Direktorat Jenderal Imigrasi agar seluruh dokumen anak dapat dipersiapkan dengan benar.
Berapa Biaya Membuat Paspor Umrah?
Biaya pembuatan paspor umrah mengikuti tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP yang ditetapkan pemerintah. Besarnya biaya bergantung pada jenis paspor, masa berlaku, dan layanan yang dipilih.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2024 mengenai jenis dan tarif PNBP pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tarif penerbitan paspor biasa adalah sebagai berikut.
- Paspor biasa nonelektronik dengan masa berlaku 5 tahun: Rp350.000.
- Paspor biasa nonelektronik dengan masa berlaku 10 tahun: Rp650.000.
- Paspor biasa elektronik dengan masa berlaku 5 tahun: Rp650.000.
- Paspor biasa elektronik dengan masa berlaku 10 tahun: Rp950.000.
- Layanan percepatan paspor selesai pada hari yang sama: tambahan Rp1.000.000 di luar biaya penerbitan paspor, sesuai ketersediaan dan ketentuan layanan.
Tarif tersebut merupakan tarif resmi penerbitan paspor berdasarkan ketentuan yang berlaku sejak 17 Desember 2024. Calon jemaah perlu memeriksa kembali tarif terbaru melalui Direktorat Jenderal Imigrasi atau aplikasi M-Paspor sebelum melakukan pembayaran.
Biaya tersebut tidak termasuk biaya visa umrah, tiket pesawat, paket perjalanan, maupun pengeluaran lain yang berkaitan dengan keberangkatan.
Siapa yang Bisa Membuat Paspor Berlaku 10 Tahun?
Paspor biasa dengan masa berlaku 10 tahun diberikan kepada warga negara Indonesia yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah, sesuai ketentuan penerbitan paspor.
Bagi pemohon yang belum memenuhi persyaratan tersebut, masa berlaku paspor mengikuti ketentuan berdasarkan usia dan kondisi pemohon.
Memilih paspor dengan masa berlaku lebih panjang dapat menjadi pertimbangan bagi calon jemaah yang berencana kembali melakukan perjalanan internasional pada masa mendatang.
Bagaimana Cara Membuat Paspor Umrah Melalui M-Paspor?
M-Paspor merupakan aplikasi resmi Direktorat Jenderal Imigrasi yang dapat digunakan untuk mengajukan permohonan paspor secara elektronik. Melalui aplikasi ini, calon jemaah dapat mengisi data permohonan, mengunggah dokumen, memilih lokasi pelayanan, dan menentukan jadwal kedatangan.
Berikut tahapan membuat paspor umrah melalui M-Paspor.
Langkah 1: Unduh Aplikasi M-Paspor
Unduh aplikasi M-Paspor melalui Google Play Store untuk perangkat Android atau App Store untuk perangkat iPhone.
Pastikan aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi resmi Direktorat Jenderal Imigrasi. Hindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak dikenal untuk melindungi data pribadi Anda.
Langkah 2: Buat Akun M-Paspor
Buka aplikasi dan lakukan pendaftaran akun menggunakan informasi yang diminta. Siapkan alamat email aktif dan nomor telepon yang dapat dihubungi.
Ikuti proses verifikasi akun sesuai petunjuk aplikasi. Setelah akun berhasil dibuat, masuk menggunakan informasi akun yang telah didaftarkan.
Langkah 3: Pilih Jenis Permohonan Paspor
Pilih layanan permohonan paspor baru apabila Anda belum pernah memiliki paspor. Jika sudah memiliki paspor dan ingin menggantinya, pilih jenis permohonan penggantian yang sesuai.
Perhatikan jenis paspor dan masa berlaku yang dipilih. Pastikan pilihan tersebut sesuai dengan kebutuhan perjalanan dan anggaran Anda.
Langkah 4: Isi Data Diri dengan Benar
Lengkapi formulir permohonan menggunakan data yang sesuai dengan dokumen kependudukan.
Periksa kembali nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, serta informasi identitas lainnya sebelum melanjutkan pendaftaran.
Kesalahan pengisian data dapat menghambat proses verifikasi dan menyebabkan ketidaksesuaian informasi pada dokumen perjalanan.
Langkah 5: Unggah Dokumen Persyaratan
Unggah foto atau hasil pemindaian dokumen yang diminta oleh aplikasi. Pastikan seluruh tulisan terlihat jelas, tidak terpotong, dan mudah dibaca.
Gunakan dokumen asli sebagai sumber pengambilan gambar. Hindari mengunggah dokumen yang buram atau memiliki informasi yang tidak lengkap.
Langkah 6: Pilih Kantor Imigrasi dan Jadwal
Pilih kantor imigrasi atau unit pelayanan paspor yang tersedia pada aplikasi. Anda dapat mempertimbangkan lokasi yang mudah dijangkau dari rumah atau tempat kerja.
Setelah menentukan lokasi, pilih tanggal dan waktu kedatangan berdasarkan kuota pelayanan yang tersedia.
Apabila jadwal yang diinginkan belum tersedia, periksa pilihan tanggal lain atau lokasi pelayanan alternatif yang dapat dijangkau.
Langkah 7: Lakukan Pembayaran
Setelah permohonan berhasil diajukan dan kode pembayaran diterbitkan, lakukan pembayaran melalui kanal resmi yang tersedia.
Periksa kembali jenis permohonan dan nominal pembayaran sebelum menyelesaikan transaksi. Jenis layanan yang sudah memperoleh kode pembayaran tidak selalu dapat diubah menjadi layanan lain.
Simpan bukti pembayaran dan informasi jadwal kedatangan sebagai arsip pribadi.
Langkah 8: Datang ke Kantor Imigrasi
Datang ke kantor imigrasi sesuai jadwal yang telah dipilih. Bawa dokumen asli, dokumen pendukung yang diperlukan, dan bukti pendaftaran.
Petugas akan melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen, verifikasi identitas, wawancara, pengambilan foto, serta perekaman biometrik sesuai prosedur.
Langkah 9: Tunggu Proses Penerbitan
Setelah seluruh tahapan pelayanan selesai, permohonan akan diproses oleh pihak imigrasi.
Waktu penyelesaian dapat berbeda berdasarkan jenis layanan, kelengkapan dokumen, hasil pemeriksaan, dan kondisi operasional kantor imigrasi.
Ikuti informasi penyelesaian yang diberikan petugas atau tersedia melalui kanal pelayanan resmi.
Langkah 10: Ambil dan Periksa Paspor
Setelah paspor selesai diterbitkan, lakukan pengambilan sesuai prosedur kantor imigrasi.
Periksa seluruh informasi identitas yang tercantum pada paspor sebelum menggunakannya untuk mengurus visa dan tiket perjalanan.
Apabila ditemukan kesalahan penulisan, segera sampaikan kepada petugas imigrasi untuk memperoleh petunjuk perbaikan.
Apa yang Dilakukan Saat Wawancara Paspor Umrah?
Wawancara merupakan bagian dari proses pemeriksaan permohonan paspor. Tujuannya adalah memastikan identitas pemohon, kebenaran informasi yang disampaikan, serta tujuan perjalanan ke luar negeri.
Bagi calon jemaah umrah, petugas dapat menanyakan tujuan perjalanan, rencana keberangkatan, negara tujuan, dan informasi lain yang relevan dengan permohonan.
Beberapa contoh pertanyaan yang mungkin diajukan adalah:
- Apa tujuan Anda membuat paspor?
- Kapan Anda berencana berangkat umrah?
- Apakah Anda sudah memilih penyelenggara perjalanan?
- Apakah Anda pernah bepergian ke luar negeri sebelumnya?
- Siapa yang akan membiayai perjalanan Anda?
Pertanyaan yang diajukan dapat berbeda untuk setiap pemohon. Jawablah secara jujur, jelas, dan sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Apabila jadwal keberangkatan belum ditetapkan, sampaikan bahwa Anda sedang mempersiapkan dokumen untuk rencana perjalanan umrah.
Petugas dapat meminta penjelasan atau dokumen tambahan apabila diperlukan dalam proses verifikasi. Karena itu, pastikan informasi yang diberikan sesuai dengan dokumen dan tujuan perjalanan yang sebenarnya.
Berapa Lama Proses Pembuatan Paspor Umrah?
Waktu pembuatan paspor umrah bergantung pada ketersediaan jadwal pelayanan, kelengkapan dokumen, hasil pemeriksaan, dan jenis layanan yang digunakan.
Untuk layanan reguler, penyelesaian paspor umumnya memerlukan beberapa hari kerja setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai dan permohonan dinyatakan memenuhi persyaratan.
Waktu tersebut belum termasuk masa tunggu untuk memperoleh jadwal kedatangan melalui M-Paspor.
Apabila terdapat ketidaksesuaian dokumen atau diperlukan pemeriksaan tambahan, proses penerbitan dapat berlangsung lebih lama.
Apakah Paspor Bisa Selesai dalam Satu Hari?
Direktorat Jenderal Imigrasi menyediakan layanan percepatan paspor selesai pada hari yang sama di lokasi pelayanan yang menyediakan fasilitas tersebut.
Layanan ini dikenakan biaya tambahan di luar biaya penerbitan paspor dan mengikuti ketentuan serta ketersediaan pelayanan.
Calon jemaah yang membutuhkan paspor dalam waktu singkat dapat menghubungi kantor imigrasi untuk memastikan persyaratan dan ketersediaan layanan percepatan.
Namun, mengurus paspor jauh sebelum jadwal keberangkatan tetap lebih disarankan daripada mengandalkan layanan percepatan pada saat mendekati tanggal perjalanan.
Berapa Lama Masa Berlaku Paspor untuk Umrah?
Masa berlaku paspor merupakan salah satu persyaratan penting dalam perjalanan umrah. Calon jemaah perlu memastikan paspor masih berlaku sesuai ketentuan visa, negara tujuan, dan maskapai penerbangan.
Untuk perjalanan ke Arab Saudi, persyaratan yang umum digunakan adalah paspor memiliki masa berlaku minimal enam bulan sejak tanggal masuk ke negara tersebut.
Persyaratan yang berlaku dapat bergantung pada kategori visa dan kebijakan perjalanan terbaru. Oleh karena itu, calon jemaah perlu melakukan konfirmasi melalui penyelenggara perjalanan, otoritas Arab Saudi, dan maskapai sebelum keberangkatan.
Bagaimana Jika Masa Berlaku Paspor Kurang dari Enam Bulan?
Apabila masa berlaku paspor tidak memenuhi persyaratan perjalanan, calon jemaah perlu mengajukan penggantian paspor sebelum melanjutkan proses visa dan keberangkatan.
Jangan menunggu hingga mendekati tanggal perjalanan karena proses penggantian paspor dan pembaruan data dokumen perjalanan memerlukan waktu.
Apakah Paspor Lama yang Masih Berlaku Bisa Digunakan?
Bisa. Paspor lama yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan umrah apabila kondisi fisiknya baik, data identitasnya benar, dan masa berlakunya memenuhi persyaratan.
Pastikan juga tersedia halaman yang cukup untuk kebutuhan administrasi perjalanan apabila diperlukan.
Bagaimana Jika Nama di Paspor Umrah Hanya Satu Kata?
Calon jemaah yang memiliki nama satu kata sering bertanya apakah mereka harus menambahkan nama sebelum berangkat umrah.
Penulisan nama pada paspor harus mengikuti ketentuan keimigrasian dan didasarkan pada dokumen identitas resmi. Ketentuan mengenai format nama untuk pengajuan visa juga perlu diperiksa sesuai kebijakan Arab Saudi yang berlaku pada saat permohonan.
Apabila nama Anda hanya terdiri dari satu kata, konsultasikan terlebih dahulu dengan kantor imigrasi dan penyelenggara perjalanan mengenai kebutuhan penyesuaian data.
Jangan menambahkan nama keluarga, nama ayah, atau nama lainnya secara mandiri pada formulir visa maupun tiket pesawat tanpa memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan resmi.
Perbedaan nama antara paspor, visa, dan tiket pesawat berpotensi menyebabkan kendala pada proses administrasi atau pemeriksaan perjalanan.
Baca juga artikel terkait panduan persiapan dokumen umrah agar seluruh identitas dan dokumen perjalanan dapat diperiksa sebelum keberangkatan.
10 Tips Membuat Paspor Umrah agar Prosesnya Lancar
Persiapan yang baik dapat membantu calon jemaah menghindari kesalahan administrasi dan keterlambatan penerbitan paspor.
Berikut 10 tips yang dapat diterapkan sebelum mengajukan permohonan paspor untuk umrah.
- 1. Urus paspor sejak awal. Mulailah proses pembuatan paspor setelah memiliki rencana perjalanan. Hindari menunggu hingga jadwal keberangkatan semakin dekat.
- 2. Periksa kesesuaian identitas. Pastikan nama, tempat lahir, tanggal lahir, dan data lainnya sesuai antara KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung.
- 3. Siapkan dokumen asli. Simpan seluruh dokumen dalam satu map agar mudah ditemukan ketika diperlukan saat pemeriksaan.
- 4. Gunakan aplikasi resmi. Lakukan pendaftaran melalui M-Paspor dan hindari memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
- 5. Pilih jadwal yang realistis. Tentukan waktu kedatangan yang memungkinkan Anda hadir tanpa terburu-buru.
- 6. Periksa jenis paspor sebelum membayar. Pastikan jenis layanan dan masa berlaku yang dipilih sesuai dengan kebutuhan.
- 7. Simpan bukti pembayaran. Dokumentasikan bukti transaksi dan informasi pendaftaran untuk mengantisipasi kendala administrasi.
- 8. Datang sesuai jadwal. Usahakan tiba lebih awal agar memiliki waktu untuk mengikuti prosedur pelayanan.
- 9. Jawab pertanyaan wawancara dengan jujur. Sampaikan tujuan perjalanan sesuai rencana yang sebenarnya.
- 10. Periksa paspor setelah diterbitkan. Pastikan seluruh informasi identitas benar sebelum menyerahkan data kepada penyelenggara perjalanan.
Dengan menerapkan langkah tersebut, calon jemaah dapat mempersiapkan proses pembuatan paspor secara lebih teratur.
10 Kesalahan Umum Saat Membuat Paspor Umrah
Beberapa kendala dalam pengurusan paspor sebenarnya dapat dihindari apabila calon jemaah memahami prosedur dan memeriksa dokumen sejak awal.
Berikut kesalahan yang sering terjadi ketika mengurus paspor untuk perjalanan umrah.
- 1. Mengurus paspor terlalu dekat dengan keberangkatan. Kondisi ini dapat menyebabkan keterlambatan pengurusan visa apabila penerbitan paspor membutuhkan waktu lebih lama.
- 2. Tidak memeriksa kesesuaian data. Perbedaan identitas antara KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung dapat memerlukan verifikasi tambahan.
- 3. Mengunggah dokumen yang tidak jelas. Foto dokumen yang buram atau terpotong dapat menyulitkan pemeriksaan administrasi.
- 4. Salah memilih jenis permohonan. Pemohon perlu membedakan antara permohonan paspor baru dan penggantian paspor.
- 5. Tidak membawa dokumen asli. Dokumen asli tetap diperlukan untuk pemeriksaan sesuai prosedur pelayanan.
- 6. Melewatkan jadwal kedatangan. Ketidakhadiran dapat menyebabkan pemohon harus mengikuti prosedur penjadwalan kembali.
- 7. Menggunakan jasa pengurusan yang tidak jelas. Menyerahkan data pribadi kepada pihak yang tidak tepercaya dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan informasi.
- 8. Memberikan informasi yang tidak sesuai saat wawancara. Keterangan yang tidak benar dapat menimbulkan kendala dalam proses pemeriksaan permohonan.
- 9. Tidak memeriksa masa berlaku paspor lama. Paspor yang masih berlaku belum tentu memenuhi persyaratan minimal masa berlaku untuk perjalanan ke Arab Saudi.
- 10. Tidak memeriksa identitas setelah paspor diterbitkan. Kesalahan yang baru diketahui setelah pengajuan visa atau penerbitan tiket dapat memerlukan proses perbaikan tambahan.
Kesalahan administrasi yang terlihat sederhana dapat memengaruhi persiapan perjalanan secara keseluruhan. Karena itu, pemeriksaan dokumen perlu dilakukan sebelum dan sesudah proses penerbitan paspor.
Checklist Persiapan Paspor Umrah
Gunakan checklist berikut untuk memastikan seluruh tahapan pengurusan paspor telah dipersiapkan dengan baik.
Sebelum Mendaftar
- ✓ Memastikan rencana perjalanan dan perkiraan jadwal keberangkatan umrah.
- ✓ Menyiapkan KTP elektronik dan Kartu Keluarga.
- ✓ Menyiapkan akta kelahiran, buku nikah, ijazah, atau dokumen pendukung identitas yang sesuai.
- ✓ Memeriksa kesesuaian nama, tempat lahir, dan tanggal lahir pada seluruh dokumen.
- ✓ Menyiapkan paspor lama apabila mengajukan penggantian.
- ✓ Memeriksa persyaratan khusus apabila mengurus paspor anak.
Saat Mengajukan Permohonan
- ✓ Mengunduh aplikasi M-Paspor resmi.
- ✓ Membuat akun dan mengisi data permohonan dengan benar.
- ✓ Mengunggah dokumen yang jelas dan lengkap.
- ✓ Memilih jenis paspor serta masa berlaku yang sesuai.
- ✓ Memilih kantor imigrasi dan jadwal pelayanan.
- ✓ Melakukan pembayaran melalui kanal resmi.
- ✓ Menyimpan bukti pendaftaran dan pembayaran.
Setelah Paspor Diterbitkan
- ✓ Memeriksa nama lengkap dan seluruh informasi identitas.
- ✓ Memastikan masa berlaku paspor memenuhi persyaratan perjalanan.
- ✓ Memeriksa kondisi fisik paspor.
- ✓ Menyerahkan data paspor kepada penyelenggara perjalanan melalui saluran yang aman.
- ✓ Memastikan data paspor sesuai dengan dokumen visa dan tiket pesawat.
- ✓ Menyimpan paspor di tempat yang aman hingga keberangkatan.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Paspor Umrah Selesai?
Setelah paspor diterbitkan, calon jemaah dapat melanjutkan persiapan dokumen dan kebutuhan perjalanan umrah.
Langkah pertama adalah memastikan informasi paspor sudah benar. Selanjutnya, calon jemaah dapat berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan mengenai pengurusan visa dan persyaratan keberangkatan lainnya.
1. Siapkan Dokumen Pengajuan Visa
Visa merupakan izin yang berkaitan dengan masuk dan tinggalnya seseorang di negara tujuan sesuai kategori dan ketentuan yang berlaku.
Paspor dan visa merupakan dua dokumen yang berbeda. Memiliki paspor tidak secara otomatis memberikan izin untuk memasuki Arab Saudi.
Pengurusan visa perlu mengikuti ketentuan Saudi Ministry of Hajj and Umrah serta otoritas terkait berdasarkan kategori perjalanan yang digunakan.
2. Cocokkan Data Tiket Pesawat
Pastikan nama dan informasi identitas pada tiket pesawat sesuai dengan paspor yang akan digunakan untuk perjalanan.
Apabila terdapat perbedaan, segera hubungi penyelenggara perjalanan atau maskapai untuk memperoleh petunjuk perbaikan sebelum keberangkatan.
3. Periksa Persyaratan Kesehatan
Calon jemaah perlu memeriksa ketentuan kesehatan perjalanan yang berlaku untuk kedatangan ke Arab Saudi, termasuk persyaratan vaksinasi apabila diwajibkan.
Informasi mengenai persyaratan kesehatan dapat diperiksa melalui otoritas kesehatan Arab Saudi, Kementerian Kesehatan RI, dan penyelenggara perjalanan.
Baca juga artikel terkait persiapan kesehatan dan vaksinasi umrah untuk mengetahui dokumen kesehatan yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat.
4. Ikuti Bimbingan Manasik Umrah
Manasik membantu calon jemaah memahami tata cara pelaksanaan ibadah umrah, mulai dari ihram, tawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, sa'i antara Safa dan Marwah, hingga tahallul.
Selain mempelajari tata cara ibadah, calon jemaah dapat memperoleh informasi mengenai jadwal perjalanan, akomodasi, transportasi, dan kegiatan selama berada di Makkah serta Madinah.
Baca juga artikel terkait panduan manasik umrah untuk pemula agar persiapan ibadah dapat dilakukan secara lebih terarah.
Ringkasan Penting
- Paspor umrah adalah paspor biasa Republik Indonesia yang digunakan untuk perjalanan ibadah ke Arab Saudi.
- Paspor nonelektronik dan elektronik dapat digunakan selama memenuhi persyaratan perjalanan.
- Dokumen utama permohonan meliputi KTP elektronik, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung identitas.
- Surat rekomendasi Kementerian Agama tidak lagi menjadi persyaratan umum pembuatan paspor untuk umrah.
- Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi M-Paspor dengan memilih jenis permohonan, lokasi, dan jadwal pelayanan.
- Biaya penerbitan paspor mengikuti tarif resmi pemerintah berdasarkan jenis dan masa berlaku paspor.
- Proses pelayanan meliputi verifikasi dokumen, wawancara, pengambilan foto, dan perekaman biometrik.
- Pastikan masa berlaku paspor memenuhi ketentuan perjalanan ke Arab Saudi, termasuk persyaratan minimal enam bulan apabila berlaku untuk kategori visa yang digunakan.
- Periksa kesesuaian identitas pada paspor, visa, dan tiket pesawat sebelum keberangkatan.
- Pengurusan paspor sebaiknya dilakukan jauh sebelum tanggal keberangkatan agar tersedia waktu untuk mempersiapkan dokumen perjalanan lainnya.
FAQ Seputar Paspor Umrah
1. Bagaimana cara membuat paspor umrah untuk pertama kali?
Siapkan KTP elektronik, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung identitas. Selanjutnya, daftar melalui aplikasi M-Paspor, pilih jenis paspor dan jadwal kedatangan, lalu lakukan pembayaran. Datang ke kantor imigrasi sesuai jadwal untuk pemeriksaan dokumen, wawancara, foto, dan perekaman biometrik.
2. Apakah membuat paspor umrah harus melalui travel?
Tidak. Calon jemaah dapat mengurus paspor secara mandiri melalui aplikasi M-Paspor dan kantor imigrasi. Penyelenggara perjalanan dapat membantu memberikan informasi atau memfasilitasi pengurusan dokumen, tetapi penerbitan paspor tetap menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Imigrasi.
3. Apakah membuat paspor umrah harus memiliki surat rekomendasi Kemenag?
Tidak. Sejak Februari 2023, Direktorat Jenderal Imigrasi telah mencabut persyaratan umum surat rekomendasi Kementerian Agama untuk pengurusan paspor haji dan umrah. Pemohon tetap harus memenuhi persyaratan dokumen dan mengikuti pemeriksaan keimigrasian yang berlaku.
4. Berapa biaya paspor umrah untuk pertama kali?
Berdasarkan tarif PNBP dalam PP Nomor 45 Tahun 2024, biaya paspor nonelektronik adalah Rp350.000 untuk masa berlaku 5 tahun dan Rp650.000 untuk 10 tahun. Biaya paspor elektronik adalah Rp650.000 untuk 5 tahun dan Rp950.000 untuk 10 tahun. Periksa kembali tarif dan ketersediaan jenis paspor saat mengajukan permohonan.
5. Berapa lama paspor umrah bisa selesai?
Paspor reguler umumnya memerlukan beberapa hari kerja setelah proses pemeriksaan selesai dan permohonan memenuhi persyaratan. Waktu penyelesaian dapat berbeda berdasarkan jenis layanan, kondisi operasional, dan kebutuhan pemeriksaan tambahan. Tanyakan estimasi pengambilan kepada petugas kantor imigrasi.
6. Apakah paspor biasa bisa digunakan untuk umrah?
Bisa. Paspor biasa Republik Indonesia, baik nonelektronik maupun elektronik, dapat digunakan untuk perjalanan umrah selama memenuhi persyaratan keimigrasian, visa, dan ketentuan perjalanan ke Arab Saudi.
7. Apakah paspor umrah harus berlaku minimal enam bulan?
Untuk perjalanan ke Arab Saudi, persyaratan yang umum digunakan adalah paspor memiliki masa berlaku minimal enam bulan sejak tanggal masuk. Pastikan ketentuan terbaru berdasarkan kategori visa dan kebijakan perjalanan yang berlaku sebelum keberangkatan.
8. Apakah bisa membuat paspor umrah tanpa jadwal keberangkatan?
Bisa. Warga negara Indonesia dapat mengajukan permohonan paspor untuk mempersiapkan rencana perjalanan internasional meskipun belum memiliki tanggal keberangkatan yang pasti. Saat wawancara, sampaikan tujuan dan rencana perjalanan secara jujur kepada petugas.
9. Apakah membuat paspor umrah harus menggunakan nama tiga kata?
Tidak ada persyaratan umum bahwa setiap pemohon paspor harus memiliki nama tiga kata. Penulisan nama pada paspor mengikuti ketentuan keimigrasian dan dokumen identitas resmi. Apabila nama hanya satu kata, konsultasikan kebutuhan format nama untuk visa dengan kantor imigrasi dan penyelenggara perjalanan sebelum mengajukan dokumen.
10. Apakah anak-anak harus memiliki paspor sendiri untuk umrah?
Ya. Setiap anak yang mengikuti perjalanan umrah memerlukan paspor sendiri. Orang tua atau wali harus menyiapkan dokumen identitas anak, dokumen hubungan keluarga, dan persyaratan tambahan sesuai ketentuan permohonan paspor anak.
11. Bagaimana jika paspor lama hilang sebelum umrah?
Segera laporkan kehilangan kepada kepolisian dan hubungi kantor imigrasi untuk mengetahui prosedur penggantian paspor hilang. Siapkan dokumen identitas serta dokumen pendukung yang diminta. Penggantian paspor hilang mengikuti proses pemeriksaan khusus dan dapat dikenakan biaya beban sesuai ketentuan.
12. Apakah bisa membuat paspor umrah di luar kota domisili?
Pemohon pada umumnya dapat mengajukan permohonan paspor di kantor imigrasi yang menyediakan layanan sesuai jenis permohonannya, meskipun berada di luar kota domisili KTP. Pilih lokasi pelayanan melalui M-Paspor dan pastikan persyaratan yang berlaku sebelum menentukan jadwal kedatangan.
13. Kapan sebaiknya membuat paspor sebelum berangkat umrah?
Sebaiknya mulai mengurus paspor segera setelah memiliki rencana perjalanan. Menyiapkan paspor beberapa bulan sebelum keberangkatan memberikan waktu untuk mengantisipasi kendala administrasi, pengurusan visa, dan persiapan dokumen lainnya.
14. Bagaimana jika data nama di paspor berbeda dengan KTP?
Segera konsultasikan perbedaan data kepada kantor imigrasi. Petugas akan memberikan petunjuk berdasarkan penyebab ketidaksesuaian dan dokumen pendukung yang tersedia. Hindari menggunakan informasi identitas yang berbeda untuk pengajuan visa atau pemesanan tiket sebelum memperoleh kepastian mengenai data yang benar.
15. Apakah paspor umrah bisa digunakan untuk perjalanan wisata?
Bisa. Paspor biasa yang digunakan untuk umrah juga dapat digunakan untuk perjalanan internasional lainnya selama masih berlaku dan memenuhi ketentuan negara tujuan. Pemegang paspor tetap perlu memenuhi persyaratan visa atau izin masuk yang berlaku untuk setiap perjalanan.
Kesimpulan
Membuat paspor umrah merupakan langkah awal yang penting dalam mempersiapkan perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Prosesnya dapat dilakukan secara mandiri dengan menyiapkan dokumen identitas, mendaftar melalui M-Paspor, membayar biaya penerbitan, dan mengikuti prosedur pelayanan di kantor imigrasi.
Calon jemaah perlu memastikan seluruh data identitas sesuai, memilih jenis paspor berdasarkan kebutuhan, serta memperhatikan masa berlaku paspor sebelum mengurus visa dan tiket pesawat.
Bagi calon jemaah yang sudah memiliki paspor, periksa kembali kondisi fisik, data identitas, dan masa berlakunya. Apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi, paspor tersebut dapat digunakan untuk perjalanan umrah tanpa perlu membuat dokumen baru khusus untuk tujuan ibadah.
Dengan mempersiapkan paspor sejak awal, calon jemaah memiliki waktu yang lebih leluasa untuk menyelesaikan administrasi perjalanan dan mempersiapkan pelaksanaan ibadah di Makkah serta Madinah.
Persiapkan Perjalanan Umrah Bersama Rubi Tour
Sudah memiliki paspor dan ingin mulai merencanakan perjalanan umrah? Atau masih membutuhkan informasi mengenai dokumen yang perlu disiapkan sebelum berangkat?
Rubi Tour siap membantu Anda memahami tahapan persiapan perjalanan umrah, mulai dari informasi paket perjalanan, persyaratan dokumen, pengurusan visa, hingga persiapan keberangkatan dan bimbingan manasik.
Konsultasikan rencana perjalanan Anda bersama tim Rubi Tour agar persiapan ibadah dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan dan jadwal keberangkatan yang diinginkan.
Rubi Tour — Temani langkah Anda menuju Baitullah.
Rubi Tour