Tips Perjalanan

Rindu yang Tak Pernah Padam: Menunggu 20 Tahun Demi Berangkat

30 Desember 2025 03:06:08
image

Rindu yang Tak Pernah Padam: Menunggu 20 Tahun Demi Berangkat Bersama lewat Biro Haji Terpercaya

Menunaikan ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati yang penuh kesabaran dan keyakinan. Bagi pasangan suami istri Amir (58) dan Salmah (55), perjalanan menuju Baitullah adalah kisah panjang tentang cinta, pengorbanan, dan doa yang tak pernah putus. Setelah menunggu selama 20 tahun, keduanya akhirnya berangkat ke Tanah Suci di musim haji tahun ini dengan pendampingan biro haji terpercaya.

Perjuangan Panjang dari Kehidupan Sederhana

Amir hanyalah seorang pedagang sembako kecil di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Sementara Salmah membantu ekonomi keluarga dengan membuat dan menjual kue basah setiap pagi. Sejak awal pernikahan, mereka memiliki satu impian yang sama: menunaikan ibadah haji bersama.

“Penghasilan kami pas-pasan, tapi setiap ada rezeki lebih, kami sisihkan sedikit untuk tabungan haji,” kenang Salmah. Tabungan itu mereka simpan dalam sebuah kaleng kecil bertuliskan ‘Haji Bersama’. Meski sering terpakai untuk kebutuhan mendesak, semangat mereka tak pernah padam.

Dalam kondisi seperti ini, bimbingan dari biro haji terpercaya menjadi penting agar proses perencanaan, pendaftaran, dan pengelolaan dana haji dapat berjalan lebih terarah dan aman.

Dua Dekade Penantian yang Penuh Doa

Tahun demi tahun berlalu. Anak-anak mereka tumbuh dewasa, ekonomi keluarga perlahan membaik, namun panggilan ke Tanah Suci belum juga datang. Meski demikian, Amir dan Salmah tetap yakin bahwa Allah telah menyiapkan waktu terbaik.

“Saya selalu bilang ke istri, mungkin Allah ingin kami berangkat ketika hati benar-benar siap, bukan hanya ketika uangnya cukup,” ujar Amir.

Hingga akhirnya, pada awal tahun 2025, kabar bahagia itu datang. Nama mereka berdua tercantum dalam daftar resmi calon jamaah haji Kementerian Agama. Dengan pendampingan biro haji terpercaya, proses administrasi dan persiapan keberangkatan pun terasa lebih tenang dan terorganisir.

Langkah Bersama di Tanah Suci

Setibanya di Tanah Suci, Amir dan Salmah tak kuasa menahan air mata saat pertama kali melihat Ka’bah. Semua lelah dan penantian panjang seakan terbayar lunas.

“Ini bukan hanya perjalanan ibadah, tapi juga perjalanan cinta dan kesetiaan,” ujar Salmah dengan suara bergetar.

Meski usia mereka tak lagi muda, semangat beribadah tetap menyala. Amir dengan penuh kasih mendorong kursi roda istrinya saat thawaf. Dukungan tim pembimbing dari biro haji terpercaya membuat mereka merasa aman dan nyaman selama menjalani setiap rangkaian ibadah.

Pelajaran Berharga dari Perjalanan Haji

Kisah Amir dan Salmah mengajarkan bahwa ibadah haji bukan semata tentang kemampuan finansial, melainkan tentang ketulusan niat dan kesabaran dalam menanti waktu Allah.

Banyak orang mampu secara materi, namun tidak semua diberi kesempatan menjadi tamu Allah. Oleh karena itu, memilih biro haji terpercaya menjadi salah satu ikhtiar penting agar niat suci dapat terwujud dengan proses yang aman dan sesuai aturan.

Penutup

Perjalanan haji Amir dan Salmah adalah bukti bahwa rindu kepada Baitullah tidak pernah padam. Ia mungkin tertunda, tetapi tidak pernah hilang. Dengan kesabaran, keyakinan, dan ikhtiar yang tepat, rindu itu akan menemukan jalannya.

“Cinta sejati tidak berhenti di dunia. Ia berjalan hingga ke Tanah Suci, sujud bersama di hadapan Allah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.